Tema dan Maskot PKKMB SAKERA 2022

Indonesia Memiliki keanekaragaman sosial budaya yang tersebar diseluruh wilayah tanah air. Kekayaan bangs aini tercermin dari keberagaman budaya, setuap daerah yang memiliki ciri khas masing-masing. 

Harmoni dalam keberagaman sosial dan budaya adalah paduan keselarasan, saling menghormati, dan menyelaraskan segala perbedaan yang ada di lingkungan sosial budaya. kebudayaan sebagai jati diri dan ciri khas bangsa yang memiliki keistimewaan, lahir dari cerminan kebiasaan yang nilai-nilai luhurnya perlu dilestarikan dalam upaya menguatkan identitas nasional.

Oleh karena itu di dalam acara PKKMB SAKERA mengenalkan budaya-budaya di Indonesia serta acara PKKMB SAKERA 2022 hadir dengan tema menarik yang dapat mewarnai dinamika Trunojoyo Muda untuk menjadi seorang mahasiswa yang berkompeten!

“Cipta Harmoni Budaya Perkuat Identitas Nasional” sebagai tema PKKMB SAKERA 2022 merupakan sebuah terobosan awal bagi kita semua untuk menumbuhkan rasa cinta beragam budaya sebagai bentuk keselarasan bangsa dan negara. Harapannya, Trunojoyo Muda dapat menumbuhkan jati diri dan nilai luhur yang dapat di lestarikan guna memperkuat Identitas Nasional.

Karenanya, Trunojoyo Muda diharapkan mampu menjadi generasi muda yang mencintai budaya local di tanah air agar menciptakan keharmonisan atas berbagai keberagaman tersebut.

Selain Tema yang diangkat berhubungan langsung dengan kebudayaan di PKKMBA Sakera juag terdapat mascot yang penting melambangkan budaya lokal mascot tersebut diberinama SAKERA MARLENA.

Dalam sejarah kedua tokoh yang tak asing di telinga masyarakat Madura terdapat seorang tokoh pejuang kelahiran Madura yang melawan penjajahan Belanda sekitar permulaan abad ke-19 bernama Sakera. Berdasarkan salah satu sumber, menceritakan bahwa Sakera adalah seorang jagoan daerah, yang melawan pemerintah Belanda di perkebunan tebu daerah Bangil, Jawa Timur. Kehebatan dan keberaniaanya tidak lepas dari dukungan seorang wanita cantik dan pemberani yang menemaninya sebagai istri yaitu Marlena. Karena kisah perjuangan mereka pada masa Belanda tersebut mereka diangkat sebagai tokoh pejuang di Madura. Masyarakat Madura mengabadikan pakaian yang kerap dipakai oleh Sakera dan Marlena sebagai pakaian budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *